Digital Marketing

 Oleh: Daffa Syalsabila

       Kebutuhan mengenal digital marketing begitu penting bagi anak muda karena seiring berkembangnya zaman, kita dituntut untuk mengikuti setiap perubahan yang ada. Bersama dengan narasumber hebat membahas pentingnya mempelajari digital marketing yaitu Terrylina Arvinta, BE, MM yang mana merupakan salah satu dosen di Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Keadaan dunia yang sedang terinfeksi oleh adanya virus Covid-19 menjadi faktor pendukung adanya digital marketing. Covid-19 membuat banyak usaha mengalami kerugian bahkan tidak jarang ditemukan usaha yang sampai gulung tikar. Dengan adanya digital marketing, segala proses penjualan dapat dilakukan secara online, mulai dari media promosi sampai dengan kegiatan jual beli. Internet berperan penting saat ini, yang semula media konvensional dianggap sudah paling mutakhir. Namun, seiring berkembangnya zaman internet mulai merubah dunia. Salah satu bidang yang terkena dampak Covid-19 adalah dunia  bisnis. Jika kita mau menguasai masa depan, maka kita harus bisa menguasai teknologi. Dengan adanya banyak perubahan, kita diharuskan untuk beradaptasi terutama di bidang digital marketing yang saat ini sedang berkembang pesat. Hampir 80% pengguna aktif media sosial mengakses lewat smartphone. Smartphone bukan lagi barang mewah karena semua orang menggunakannya. Maka tidak heran jika ditemui bisnis yang memanfaatkan sosial media untuk strategi pemasaran. Pada Januari 2020, pertumbuhan pengguna media sosial naik sebesar 8,1% atau 12 juta orang dalam jangka waktu satu tahun. Hal ini menunjukkan satu gejala positif yang seharusnya diperhatikan oleh entrepreneur sebagai peluang bisnis. Para entrepreneur diharuskan mempunyai pola pikir bahwa harus melakukan perubahan dan kegiatan digital marketing tidak kalah hebat dengan strategi konvensional. Seperti yang kita sadari, banyak orang tidak lagi memperhatikan billboard yang dipasang di jalan dan membaca brosur konvensional. Sehingga media konvensional tidak lagi efektif bagi entrepreneur atau sebuah perusahaan karena kerap kali kita jumpai sampah brosur yang dibuang begitu saja di jalan. Itu merupakan sebuah bukti bahwa orang hanya menerima brosur sebagai bentuk formalitas lalu tidak sedikit yang mengabaikan isi brosur tersebut. Berbeda halnya jika iklan dilakukan melalui media sosial karena rata-rata penggunaan internet di Indonesia kurang lebih 8 jam 30 menit perhari. Hal itu terjadi karena adanya pandemi Covid-19 yang mana mengharuskan segala aktivitas untuk dilakukan di rumah seperti work from home dan pembelajaran jarak jauh.

            Banyak platform yang dapat digunakan sebagai media promosi contohnya YouTube, Facebook, Instagram dan TikTok. TikTok saat ini merupakan aplikasi yang paling banyak digunakan oleh anak muda karena kontennya yang menarik dan menghibur. Tak sedikit dijumpai konten TikTok yang didalamnya terdapat iklan. Promosi melalui sosial media tidak perlu mengandalkan influencer karena hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah bagaimana produk yang Anda jual dapat dikenal oleh masyarakat dengan review atau ulasan jujur dari konsumen. Jika ada ulasan baik mengenai produk tersebut maka orang lain akan ikut membeli dan nantinya produk tersebut akan menjadi sebuah trend. Jika ingin menggunakan jasa influencer maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu apakah ranah atau pasar influencer yang dituju sesuai dengan produk yang ingin dipasarkan atau tidak, lalu perhatikan jumlah followers sang influencer tersebut karena semakin banyak jumlah followers maka semakin banyak insight yang didapat. Rencana strategis yang dapat dilakukan agar produk kita dapat dikenal dan mampu berdaya saing di bidang digital marketing adalah SOSTAC (Situation Analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Action, and Control).

·         Situation Analysis (Where Are We Now?)

Situation Analysis adalah salah satu bentuk rencana strategis yang membuat kita berkaca ada di posisi apa bisnis kita? Apakah sudah dikatakan berhasil atau sebaliknya?

v  Mengevaluasi posisi bisnis.

v  Melihat penilaian konsumen terhadap produk bisnis.

v  Mengetahui kekuatan, kelemahan dan ancaman bisnis.

 

·         Objectives (Where do We Want to Be?)

            Setelah menganalisis situasi, langkah selanjutnya adalah membuat tujuan bisnis. Suatu bisnis harus memiliki tujuan dan visi misi yang jelas agar semuanya terarah dan berjalan dengan lancar.

5s dalam dunia marketing:

v  Sell

Kita harus catat posisi tingkat penjualan kita sudah sampai mana, jika belum memenuhi target maka dapat dibuat strategi pemasaran baru.

v  Serve

Fokus memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

v  Save

Harus bisa mengatur keuangan, dengan adanya digital marketing maka tidak diperlukan banyak biaya untuk memasarkan suatu produk karena hanya cukup menggunakan sosial media sehingga akan jauh lebih efisien.

v  Speak

Cara mengkomunikasikan produk atau layanan kepada konsumen.

v  Sizzle

Fokus menjalin hubungan dengan konsumen karena sosial media mempunyai cakupan layanan yang luas.


·         Strategy (How do We Get There?)

            Langkah selanjutnya adalah menentukan strategi. Setelah menentukan tujuan bisnis maka kita harus mengatur strategi yang tepat tentang bagaimana kita dapat mencapai tujuan tersebut.

v  Mengetahui target pasar dan posisi bisnis.

v  Merancang keunggulan value daripada bisnis yang lain.

v  Meningkatkan kredibilitas melalui media digital dengan memberikan deskripsi produk yang jelas dan memberikan ruang bagi konsumen untuk memberikan ulasan.

v  Memperhatikan alat yang akan kita gunakan untuk memasarkan produk.

 

·         Tactics (How Exactly do We Get There?)

            Setelah membuat strategi, maka kita harus membuat taktik yang lebih generic dan spesifik agar tidak salah langkah.

v  Menentukan platform media sosial mana yang akan digunakan.

v  Menentukan cara menjalin komunikasi dan cara menggaet konsumen yang baik dan benar.

 

·         Actions (The Details of Tactics)

            Taktik tersebut nantinya akan kita buat lebih detail lagi agar semuanya jelas dan tidak berantakan.

v  Melakukan iklan melalui media sosial dan melakukan strategi pemasaran melalui hashtag.

 

·         Control (How do We Monitor Performance?)

            Setelah itu, kita harus mengontrol atau menyusun kinerja kita. Apakah langkah dan strategi yang telah kita buat sudah benar dan sesuai atau sebaliknya.

v Mengevaluasi kembali kinerja dari langkah awal sampai langkah akhir. Bila ada kesalahan yang ditemukan maka harus kembali dirubah dari awal agar semuanya dapat berjalan dengan baik dan dapat mencapai tujuan.

v  Mengontrol perkembangan followers untuk memastikan apakah perusahaan mengalami kenaikan atau sebaliknya.

Ketika kita sudah memutuskan untuk membuat usaha, maka kita tidak bisa berhenti ditengah jalan. Seorang entrepreneur diharuskan mempunyai sifat yang aktif, kompetitif, kreatif dan inovatif. Mengapa seorang entrepreneur wajib memiliki sifat tersebut? Hal itu karena seiring berkembangnya zaman dan teknologi, pasti banyak bisnis lain yang nantinya akan berusaha untuk membuat produknya menjadi sama atau membalap produk kita, maka kita diharuskan memiliki sifat kreatif dan inovatif agar produk yang kita buat dapat terus berkembang dengan baik dan dapat bersaing di pasaran. Seorang entrepreneur juga diharuskan memiliki sifat kompetitif agar tidak mudah menyerah dan berhenti di tengah jalan ketika menemukan produk lain yang berusaha menyaingi produknya dengan kualitas yang tidak kalah hebat.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wirausaha Digital

Menjadi Pemimpin yang Baik di Bidang Pendidikan

Drama Korea bahaya gak sih?