Menjadi Pemimpin yang Baik di Bidang Pendidikan

Oleh: Daffa Syalsabila

    Pendidikan sangatlah penting bagi kita semua, semua orang berhak menempuh pendidikan yang layak. Menurut saya, pendidikan adalah jembatan untuk mencapai karir. Melalui pendidikan, kita dapat mendapatkan berbagai ilmu yang bermanfaat untuk masa depan. Pendidikan tidak pernah berpatok pada umur, umur hanyalah angka. Jika kita ada kemauan maka ada jalan, terlepas dari semua masalah yang dialami seseorang untuk menempuh pendidikan, pasti selalu ada solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Tingkat pendidikan paling tinggi adalah mahasiswa, mahasiswa dianggap sebagai ‘Agent of Change’ atau agen dari suatu perubahan yang artinya mahasiswa sebagai jembatan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat. Mahasiswa mendapat kepercayaan yang besar untuk menjadi Agent of Change karena mereka sudah dibekali ilmu dan pengalaman yang banyak. Pengalaman menjadi pemimpin sangat dibutuhkan di suatu universitas atau kampus, wadah atau tempat untuk mendapat pengalaman tersebut adalah dengan mengikuti organisasi yang disediakan di kampus.

    Pendidikan itu sangatlah penting, melalui pendidikan kita dapat memberi dan membalas jasa orang tua. Kita dapat membanggakan mereka karena ilmu adalah sumber dari kesuksesan. Semakin tinggi pendidikan sang anak maka orang tua akan semakin bangga. Selain itu melalui pendidikan, pola pikir kita juga akan semakin terbentuk. Keadaan pendidikan di Indonesia saat ini sedang menggunakan sistem Pembelajaran Jarak Jauh atau yang biasa disebut PJJ dikarenakan adanya virus Corona. Virus ini sangat berdampak di dunia pendidikan, kegiatan belajar mengajar harus dilakukan secara daring atau online sehingga angkatan lama atau mahasiswa semester akhir akan semakin kesulitan karena harus melakukan siding skripsi secara online, pemahaman dalam pelajaran juga semakin sedikit karena focus kita dapat dialihkan.

    Masalah yang sering ditemukan di bidang pendidikan adalah pengajar cenderung semena-mena atau asal-asalan mengajar, bagi sebagian pengajar, mengajar adalah suatu formalitas saja tanpa memerhatikan kualitas dan kompetensinya sebagai guru. Kerap kali ditemukan guru hanya memberi tugas tanpa menjelaskan materi yang membuat siswa menjadi bingung. Masalah di bidang pendidikan tidak hanya disebabkan dari guru, melainkan juga dari murid dan mahasiswa, mereka sering kali bolos dan tidak mendengarkan materi yang disampaikan dosen atau guru. Masalah ini cenderung terlihat simple tetapi memiliki efek yang besar dan akan menimbulkan mindset yang salah yaitu “tidak apa-apa jika tidak berpendidikan, yang penting bisa sukses dan mendapat uang yang banyak”. Seolah-olah mereka hanya memikirkan uang dan tidak ada niat untuk menggali ilmu sedalam-dalamnya. Cara mengatasinya adalah dengan mengubah sistem pendidikan, yang diubah bukan hanya kurikulum tetapi mindset.

    Peran mahasiswa di bidang pendidikan adalah sebagai sosial control di masyarakat, antara lain sebagai agent of change, social control, dan moral force. Pembelajaran moral sangat penting agar membentuk karakter yang sopan dan baik. Peran mahasiswa dan siswa jelas berbeda karena mahasiswa adalah tingkatan akhir dari pendidikan. Siswa harus dituntun, mahasiswa sebaliknya. Mahasiswa harus bisa menuntun. Mahasiswa juga diharapkan dapat memberi feedback atau timbal balik untuk masyarakat sedangkan siswa tidak ada kewajiban untuk mengabdi kepada masyarakat. Kesuksesan tidak dipengaruhi dari kecerdasan. Pintar hanya sebagai factor pendukung. Bahkan orang yang mendapat IPK 4 pun kadang terlalu anti sosial sehingga tidak punya jiwa bersosialisasi dan cenderung tidak punya relasi padahal relasi berperan penting. Dengan memperbanyak relasi maka semua akan terasa semakin mudah, relasi membantu kita menuju tangga kesuksesa. Percuma pintar jika tidak ada pengalaman dan tidak peduli sekitar “experience is the best teacher”.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wirausaha Digital

Drama Korea bahaya gak sih?